Rabu, 15 Februari 2012

Kecewa

Tema x ini yg saya pilih adalah kecewa meskipun temany galau, tapi ini adalah isi hatiku yang sudah membatu.
 ne share pengalaman ku yang pernah membuat aku terpuruk dalam kesedihan dalam waktu yang cukup lama.
y mungkin d bilang masalah itu mungkin masih terbawa hingga sekarang.
setegar dan seceria apa pun aku itu tidak akan mungkin untuk menutupi hati kcil ini.

Ya bisa di blang masalh itu adalah masalh ku dalam percintaan , orang tidak akan mengira kalau aku pernah mengalami yang namanya "Kasmaran" . Maybe karna sikapku yang tidak pernah serius itu lah yang membuatku menjadi begini.


kalau dibilang aku ini termasuk orang yang paling bodoh kalau mendengar ucapan teman-teman ku. ya mau cemana ge, sikapku yang tidak mau mengambil ribet itulah yang membuat aku merasa menjadi demikian.
Ada pepatah mengatakan " Jangan menilai buku dari sampulnya." mungkin pepatah itu yang tepat untuk kondisiku,
Rasa yang pernah ku berikan kepada seseorang telah membuat ku kecewa dengan sikapnya, hingga hal itu yang membuat aku merasa percintaan adalah hal yang sia-sia bagiku. Mungkin aku ini terlihat hanya sekedar main-main dalam hal percintaan.
 tapi hal itu bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya, aku ini serius dalam hal tersebut tapi aku gak tau cara menunjukannya saja.
rasa kecewa itu lah yang telah membuat ku malas dalam hal percintaan, malas memberikan hati, dan malas menerima hati.
Karna aku gak mau terpuruk lagi dalam masalah ini.




4 komentar:

  1. Lalu bagaimana cara kamu keluar dari masalah itu? Menghindar bukan cara menyelesaikan masalah.. Jika kamu menyadari kesalahan akan kondisi yang dulu, maka berubahlah, bukan menghindarinya ketika masalah itu datang lagi suatu hari nanti..
    Salah paham sering terjadi.. Ketika kamu bermaksud demikian, orang lain akan berpikir yang beda.. Komunikasi adalah yang terpenting dalam suatu hubungan..
    So, Keluarlah dari cangkang masalah yang mengurungmu.. Bukan dengan cara menghindarinya tetapi dengan cara menghadapinya melalui pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa. ^^

    BalasHapus
  2. hmm
    mk sich, tp ada saatnya menjauhi masalah itu adalah jalan yang terbaik, sebelum kita trkna masalah selnjutnya.
    komunikasi sudah tidak berguna pada saat itu, uda mkir2 mataang, mknya isa ambe ktpusan itu.. hha~

    BalasHapus
  3. Ibaratkan kamu sedang berada di sebuah jalan lurus ke depan. Ketika di depan jalan yang akan kamu langkahi, sebuah batu besar tengah menghadang. Apa yang akan kamu lakukan? Berbalik melewati jalan lain? Atau mencari jalan dimana batu itu dapat kamu lewati? Jika pada akhirnya kamu memutuskan untuk berbalik, kamu takkan pernah tahu apa yang ada di balik batu tersebut dan kamu takkan pernah tahu bagaimana bisa melewatinya. Jika kamu melewati batu itu kemudian terjatuh, setidaknya untuk menghadapi batu-batu selanjutnya, kamu telah tahu bagaimana cara melewatinya.

    BalasHapus
  4. nah, kalau gtu lain crta..
    qlo ibarat masalh w sprti itu..
    w uda lwati batu itu dengan semampu saya, tpi itu sudah sia2, y maw g maw msti blik.. hha

    BalasHapus